Showing posts with label La Tahzan. Show all posts
Showing posts with label La Tahzan. Show all posts

Terimalah Qadha Dan Qadar Allah



“Tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) yang ditimpakan di bumi dan tidak ada juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di dalam kitab (pengetahuan Kami) sebelum Kami menjadikannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah” (Hadid: 22)

Tinta pena telah mengering, lembaran-lembaran catatan ketentuan telah disimpan, setiap perkara telah diputuskan dan taqdir telah ditetapkan. Maka…

“Katakanlah: “Sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan Allah untuk kami. Dialah Pelindung kami, dan hanya kepada Allah orang-orang yang beriman harus bertawakal” (Taubah: 51)

Usirlah Kekosongan Dengan Kesibukan


Orang-orang yang banyak menganggur dalam hidup ini, biasanya akan menjadi bahan gossip dan desas-desus yang tidak bermanfaat. Ini kerana akal fikiran mereka selalu melayang-layang tidak tahu arah. dan….

…mereka suka tinggal bersama-sama orang-orang yang ditinggalkan 
(kerana uzur)…(At-Taubah: 87)

Berbuat Baik Terhadap Orang Lain, Melapangkan Dada



Kebajikan itu seindah namanya, keramahan seramah wujudnya, dan kebaikan sebaik rasanya. Orang-orang yang pertama kali akan dapat merasakan manfaat dari semua itu adalah mereka yang melakukannya. Mereka akan merasakan "buah"nya seketika itu juga dalam jiwa, akhlak,dan nurani mereka. Sehingga, mereka pun selalu lapang dada, tenang,tenteram dan damai.

Masa Depan Akan Datang Dengan Sendirinya



 
Firman Allah Subhanahu wa Ta'ala di dalam surah An-Nahl, ayat 1:

....sesuatu yang telah ditentukan oleh Allah pasti akan datang, maka janganlah kalian minta untuk disegerakan...

Oleh kerana itu, janganlah anda mendahului sesuatu yang belum terjadi!Apakah anda mahu mengeluarkan kandungan sebelum waktunya dilahirkan, atau memetik buah-buahan sebelum masak? Hari esok adalah sesuatu yang belum nyata dan dapat diraba; belum berwujud dan tidak memiliki rasa dan warna . Lalu, mengapa kita harus menyibukkan diri dengan hari esok, mencemaskan kesialan-kesialan yang mungkin akan terjadi padanya, memikirkan kejadian-kejadian yang akan menipanya, meramalkan bencana-bencana yang bakal ada di dalamnya? Bukankah kita juga tidak tahu apakah kita akan bertemu dengan atau tidak, dan apakah hari esok kita itu akan berwuud kesenangan atau kesedihan?

Hari Ini Milik Anda



Apabila anda di pagi hari, janganlah menunggu waktu petang, kerana hari ini adalah kesempatan untuk hidup. Oleh kerana itu, anda tidak perlu memikirkan hari kelmarin yang telah berlalu dengan segala kebaikan dan keburukan yang menghiasinya. Tidak juga dengan hari esok yang belum tentu datang.

Hari yang saat ini mataharinya menyinari anda, dan siangnya menyapa anda, membuat anda mampu memandang alam sekitar. Itulah hari anda, maka manfaatkan hari itu sebaik-baiknya! Maka anggaplah masa hidup anda hanya hari ini sahaja, atau seakan-akan anda dilahirkan hari ini dan akan mati hari ini juga.

Falsafah ini akan menyelamatkan kehidupan anda, sehingga tidak tersepit di antara dua kehidupan , masa lalu dengan berbagai kesedihan dan kegundahan yang terjadi pada masa itu, dan masa depan yang penuh ketidakpastian dan seringkali menakutkan.

Yang Berlalu Biarkan Berlalu



Mengingat dan mengenang masa lalu, kemudian bersedih atas nestapa dan kegagalan di dalamnya merupakan tindakan bodoh dan gila. Itu sama ertinya dengan membunuh semangat, memupuskan tekad, dan mengubur masa depan yang belum terjadi.

Bagi orang yang berfikir, berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam ruang penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam penjara pengacuhan selamanya, atau diletakkan di dalam ruang gelap yang tak tertembus cahaya. Yang demikian, karena masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak akan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali, karena ia memang sudah tidak ada.

Merenunglah Dan Bersyukurlah



Setiap manusia seharusnya selalu mengingati nikmat yang Allah kurniakan kepada anda. Kerana nikmatNya telah meliputi dari hujung rambut hingga ke bawah kedua telapak kaki, kesihatan badan, keamanan negara, hutan belantara, udara dan air, serta masih banyak lagi lainnya adalah nikmat yang telah diberikan Allah kepada anda.

"... sekiranya kalian menghitung-hitung nikmat Allah, nescaya kalian tidak akan dapat menghitungnya ..." (Ibrahim: 34)

Demikian besar nikmat Allah yang telah dianugerahkan kepada anda. Dunia ini, beserta apa yang ada di dalamnya telah diciptakan Allah untuk anda, tetapi anda tidak pernah menyedarinya; anda menguasai kehidupan, tetapi tidak pernah mengetahuinya.

"... Dia telah memberikan nikmat-nikmatnya secara sempurna kepada kalian, baik yang zahir mahupun yang batin ..." (Luqman: 20)

Anda diberi sepasang mata, satu lidah, dua bibir, dua tangan dan dua kaki.

"Maka nikmat Tuhan kalian yang manakah yang mahu anda dustakan?" (Ar-Rahman: 13)

Ya Allah!



{Semua yang ada di langit dan di bumi selalu meminta pada-Nya. Setiap waktu Dia dalam kesibukan.}
(Surrah = Ar-Rahman: 29)


Ketika laut bergemuruh, ombak menggunung, dan angin bertiup kencang, semua penumpang kapal akan gelisah dan menyeru: "Ya Allah!"

Ketika seseorang tersesat di tengah gurun pasir, kenderaan menyimpang jauh dari laluannya, dan para kafilah bingung menentukan arah perjalanannya, mereka akan menyeru: "Ya Allah!"

Ketika musibah menimpa, bencana melanda, dan tragedi terjadi, mereka yang tertimpa akan selalu berseru: "Ya Allah!"

Ketika pintu-pintu permintaan telah tertutup, orang-orang terdesak berseru : "Ya Allah!"

Ketika semua cara tak mampu menyelesaikan, setiap jalan terasa menyempit, harapan terputus, dan semua jalan pintas membuntu, mereka pun menyeru: "Ya Allah!"

Ketika bumi terasa menyempit dikerenakan himpitan persoalan hidup, dan jiwa terasa tertekan oleh beban berat kehidupan yang harus Anda pikul, anda menyerulah:"Ya Allah!"